October 11, 2011

Komponen Elektronika - Resistor

Posted by Anita di 10:18 AM
Komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian. Sesuai dengan namanya resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon. Dari hukum Ohms diketahui, resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Satuan resistansi dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol Ω (Omega).
Resistor dalam teori dan prakteknya di tulis dengan perlambangan huruf R. Dilihat dari ukuran fisik sebuah resistor yang satu dengan yang lainnya tidak berarti sama besar nilai hambatannya. Nilai hambatan resistor di sebut resistansi.

RESISTOR
Berbagai macam resistor di buat dari bahan yang berbeda dengan sifat-sifat yang berbeda. Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan dalam memilih resitor pada suatu rancangan selain besar resistansi adalah besar watt-nya. Karena resistor bekerja dengan dialiri arus listrik, maka akan terjadi disipasi daya berupa panas sebesar W=I2R watt. Semakin besar ukuran fisik suatu resistor bisa menunjukkan semakin besar kemampuan disipasi daya resistor tersebut.
Simbol Resistor

Bentuk fisik Resistor


Sumber gambar dari Miracle
Kode Warna Resistor
Untuk mengetahui nilai resistor (Ohm) digunakan alat ukur Ohm Meter atau dengan cara melihat gelang-gelang warna (strips) pada fisik resistor yang umumnya terdiri dari 4 atau 5 warna. Nilai resistansi untuk daya besar pada umumnya tidak ditentukan dengan gelang warna tetapi dengan notasi yang ditulis langsung pada fisik resistor.

Warna-warna gelang resistor secara berurutan
1.     Hitam
2.     Coklat
3.     Merah
4.     Orange
5.     Kuning
6.     Hijau
7.     Biru
8.     Ungu
9.     Abu
10. Putih
11. Emas
12. Perak
Penjelasan
1.     Resistor 4 warna
Warna kesatu dan kedua adalah nilai, warna ketiga adalah faktor pengali, warna keempat adalah toleransi (emas ± 5% dan perak ±10%)
2.     Resitor 5 warna
Warna kesatu, kedua, dan ketiga adalah nilai, warna keempat adalah faktor pengali, warna kelima adalah toleransi (coklat ± 1%; merah ± 2%; hijau ± 0,5%; biru ± 0,25; ungu ± 0,1%; abu 0,05%; emas ± 5%; perak ±10%)

Read moreKomponen Elektronika - Resistor

September 14, 2011

Kritik itu Membangun Bukan Menjatuhkan

Posted by Anita di 12:56 PM 0 comment
Pernah mengritik? Atau malah pernah dikritik?
Sebenarnya apa sih kritik itu? Menurut buku catatan Bahasa Indonesiaku, kritik adalah kecaman atau tanggapan disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat dsb. Dan orang yang memberikan pertimbangan tentang baik buruknya sesuatu disebut kritikus.

Syarat Kritik :
a.      Bahasanya lugas (apa adanya), objektif, dan santun
b.      Disertai alasan yang logis, jangan asal mengritik
c.       Membuang perasaan suka/tidak suka
d.      Jujur

Jenis Kritik :
a.      Konstruktif
Kritik konstruktif adalah kritik yang bersifat membangun, memperbaiki.
b.      Destruktif
Kritik jenis ini bersifat menjatuhkan, menghancurkan.

Sebelum mengritik seharusnya mempertimbangkan baik buruk sesuatu yang akan dikritik. Menggunakan bahasa yang santun itu HARUS. Alasan itu wajib ada, bagaimana jika mengkritik orang tanpa mempunyai alasan? Akan tidak etis rasanya. Dan diusahakan jika akan mengritik seseorang sebaiknya tidak di tempat umum, karena orang yang kita kritik akan marah jika pendapat jelek tentang dirinya didengar banyak orang. Saranku jangan mengritik orang berkali-kali dengan hal yang sama, karena itu akan membuat orang yang dikritik bosan dan tidak mau memperbaiki kekurangannya. Terkadang ada orang yang berprinsip “Aku selalu benar” jika prinsip itu diterapkan, biasanya orang itu tidak suka dikritik. Malah kritik yang diberikan hanya akan masuk telinga kiri lalu keluar telinga kanan atau bahkan sebaliknya.
Tapi tidak semua kritik bersifat menjatuhkan, ada juga yang bersifat membangun, karena tujuan kritik sendiri adalah memotivasi/membuat orang yang dikritik menjadi lebih baik lagi. Tapi itu sekali lagi bergantung pada individu masing-masing. Bagaimana cara mereka menyikapi kritikan akan menentukan dampak yang akan terjadi. Orang yang sadar akan pentingnya kritikan akan dengan sendirinya sadar dan perlahan mencoba mengubah/memperbaiki apa yang kurang. Perubahan itu datang dari diri sendiri dan orang lain hanya mengarahkan, karena yang dapat menilai kita dalah orang lain dan bukan diri sendiri.

Jadi untuk kalian yang tidak suka dikritik coba ubah kebiasaan itu. Kritik bisa menjadikan kita lebih baik dari pada sebelumnya jika ada kesadaran dari diri kita sendiri dan bukan orang lain ^^

Read moreKritik itu Membangun Bukan Menjatuhkan

September 12, 2011

From VIID, next VIIID, and the last IXE.

Posted by Anita di 9:01 AM 0 comment

Dari VIID, jadi VIIID, dan yang terakhir IXE. Tahun ajaran 2011/2012 ini ada yang sedikit berbeda, kali ini diadakan pengacakan kelas. Teman-teman bilang kelas reguler yang sebelumnya ada 2 kelas akan dibagi lagi menjadi 3 kelas. Dan bagi kelas 4 RSBI akan diadakan pengacakan. Sebelumnya di sekolah kami tidak ada pengacakan kelas seperti sekolah lain, jadi semisal aku ada di kelas D aku akan ada di kelas D sampai lulus nanti.
Penolakan pasti ada, tapi sepertinya ini keputusan Kepala Sekolah *biasanya nggak bisa ditolak*. Aku yang sebelumnya di tempatkan di kelas D sekarang menjadi kelas E. Yang dulunya nomor absen 03 sekarang menjadi 01. Dulunya aku menulis namaku :

Anita Indah D. L.
VIIID/03
Tapi sekarang menjadi :
Anita Indah D. L.
IXE/01
           
Awalnya aku juga ikut protes, pengacakan kelas sih nggak papa, tapi nomor absennya itu lhoo yang bikin aku agak nggak terima waktu awal bacanya. Atas dasar apa sih dilakukan pengacakan kelas? Jawabannya “aku juga nggak tahu”. Banyak yang menuangkan keGALAUannya di social network. Beranda sudah penuh dengan status baru yang minta dilike + comment. Tweet di Time Line nggak mau kalah menyedihkannya. Mereka nggak mau pisah kelas sama temen yang sudah akrab selama 2 tahun.
“Ini kan sudah kelas IX bu’, harusnya untuk kelas IX nggak ada pengacakan kelas. Kan nanti fokus belajar untuk UASBN bisa berkurang karena harus menyesuaikan pada kondisi dan lingkungan baru lagi.” Protes salah satu siswa.
“Kata siapa?” dengan santainya guru BK kami menjawab penolakan dengan pertanyaan (?)
            IXE adalah kelas baruku. Aku harus bisa menyesuaikan dengan lingkungan dan kondisi baru, karena di sinilah aku akan mengikuti KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) selama kurang lebih 8-9 bulan sebelum 
akhirnya akan dihadapkan pada Ujian Nasional. Berikut adalah daftar siswa-siswi kelas IXE yang baru.
No.
Nama
Asal Kelas
Agama
1.
Anita Indah Dewi Larasati
VIIID
Islam
2.
Christiara Febriliani
VIIIE
Kristen
3.
Eltrin Khoti
VIIIC
Islam
4.
Indira Salsabila Ayu Wibowo
VIIIF
Islam
5.
Kharisma Putri
VIIIE
Kristen
6.
Lintang Dewani Prabandani
VIIIE
Kristen
7.
Lusi Padma Sulistia Mata
VIIIE
Kristen
8.
Miranda Mahayu Asyha
VIIID
Islam
9.
Nurma Ayu Sekar Arum
VIIIF
Islam
10.
Rendyta Widya Prasanti
VIIIE
Kristen
11.
Sonia Ratna
VIIIF
Islam
12.
Wennys Kartika Putri
VIIIC
Islam
13.
Aji Prakoso
VIIIC
Islam
14.
Calvin Aldian
VIIIE
Kristen
15.
Fany Fil Addin
VIIID
Islam
16.
Fauzi Purnomo
VIIIF
Islam
17.
Gilang Gega Pratama
VIIIE
Kristen
18.
Kurniawan Bagus Saputra
VIIIC
Islam
19.
Kris Dwiyanto
VIIIE
Kristen
20.
Muh. Aufa Ramadhan Putra
VIIIC
Islam
21.
Muh. Luqman Prasetyo Nugroho
VIIID
Islam
22.
Yod Aditama
VIIIF
Islam

Note : Underline dan Italic untuk membedakan antara PA dan PI.
Cerita tantang My New Class ini tetep akan lanjut! Don’t miss it!!
Read moreFrom VIID, next VIIID, and the last IXE.
 

Tedi Deer | Gift Idea