Showing posts with label Essay. Show all posts
Showing posts with label Essay. Show all posts

January 6, 2014

Sekolah? Gratis atau Berbayar?

Posted by Anita di 4:01 PM 0 comment
Sekolah merupakan tempat  untuk mencari, mengeksplorasi dan mendapatkan ilmu yang akan menjadi bekal untuk membangun masa depan bangsa dan negara. Keberadaan kegiatan sekolah sangatlah penting. Karena dinilai penting itulah Departemen Pendidikan Nasional Indonesia mengadakan program wajib belajar 9 tahun, bahkan ada wacana yang mengatakan program wajib belajar ini akan diperpanjang menjadi 12 tahun yaitu dari tingkat Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) lalu Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Namun pendidikan yang layak sepertinya masih belum bisa terwujudkan hingga saat ini, salah satu alasannya adalah faktor biaya pendidikan yang tidak sesuai dengan keadaan status ekonomi keluarga. Padahal dalam UUD Negara RI Tahun 1945 pasal 31 ayat (2) dinyatakan secara tegas bahwa setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.  Sebenarnya pemerintah sudah mengalokasikan dana yang cukup besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dana tersebut mungkin bisa kita gunakan untuk sekolah gratis setidaknya sampai lulus perguruan tinggi. Tetapi mengapa Indonesia tidak demikian? Ingat, Indonesia merupakan negara berkembang. Negara berkembang perekonomiannya cenderung tidak stabil, jika kas negara diserahkan untuk pendidikan sepenuhnya itu akan berdampak buruh jika suatu saat perekonomian negara turun . Berbeda dengan negara maju yang perekonomiannya lancar dan mudah dikendalikan.
Sekolah itu enaknya gratis. Tetapi ada harga ada rupa. Sekolah swasta mengharuskan siswanya melakukan pembayaran setiap bulan yang dapat dikatakan tidak murah, biaya tersebut digunakan untuk kebutuhan dan fasilitas sekolah. Apalagi didukung oleh guru yang berkinerja tinggi dan metode belajar yang efektif sehingga siswa dapat maju dan berprestasi.
Sekolah gratis di Indonesia contohnya sekolah negeri. Setiap anak mendapatkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), mereka dibebaskan dari iuran bulanan dan mendapat pinjaman buku dari sekolah. Dengan fasilitas seadanya sekolah gratis belum memberikan kualitas yang maksimal jika dibandingkan dengan sekolah berbayar.
Jadi, jika kita melihat kondisi Indonesia sekarang ini lebih cocok diterapkan sekolah berbayar dari pada gratis. Tetapi biaya sekolah hendaknya masih sesuai dengan keadaan ekonomi warga. Lalu bagaimana dengan siswa yang benar-benar tidak mampu? Pemerintah ataupun sekolah pasti mengadakan beasiswa, yang secara tidak langsung menjadi penyemangat siswa untuk rajin belajar. Ada baiknya lagi jika pemerintah menepakan sistem subsidi silang. Siswa yang mampu tetap membayar biaya sekolah secara penuh dan bantuan yang seharusnya menjadi miliknya disumbangkan untuk siswa dan tidak mampu. Dengan demikian siswa yang kurang mampu dan berprestasi pun juga bisa mendapatkan pendidikan yang layak dengan kualitas yang bagus.
Read moreSekolah? Gratis atau Berbayar?

July 12, 2013

Sistem Pendidikan Indonesia Berbasis Ideologi Pancasila

Posted by Anita di 10:26 PM 1 comment
Akhir-akhir ini korupsi semakin menjadi, tawuran antar pelajar maupun suporter sepak bola sering dijumpai. Hal ini diakibatkan karena kurangnya pendidikan karakter dalam kurikulum pendidikan. Kurikulum di Indonesia sudah sangat padat, kebanyakan sekolah hanya mementingkan siswanya berpengetahuan banyak dan memiliki nilai yang bagus tanpa memperhatikan moral dan etikanya. Indonesia mempunyai ideologi negara yaitu Pancasila yang semestinya dapat dijadikan pedoman hidup maysarakat. Dan nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan modal dasar untuk dijadikan pendidikan karakter. Cara paling efektif untuk mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila adalah dalam bidang Pendidikan, tempat anak muda penerus bangsa ini berada. Jadi sudah saatnya lembaga pendidikan di Indonesia mencanangkan sistem pendidikan karakter berbasis Pancasila mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Dengan pendidikan berbasis Pancasila ini diharapkan mampu menciptakan anak didik yang bermoral dan cinta terhadap tanah air.
Ketuhanan Yang Maha Esa, nilai ini sangat penting penerapannya pada kehidupan sehari-hari agar siswa rajin menjalankan ibadah agamanya dan tetep menghargai agama yang lain. Kemanusian yang Adil dan Beradab. Memanusiakan manusia, menghargai haknya menjadi modal utama dalam melakukan interaksi sosial. Dengan menghargai orang lain maka orang lain pun akan menghargai kita dan tidak akan ada konflik yang timbul. Persatuan Indonesia. Masih ingat Bhinneka Tunggal Ika? Ya, Indonesia memang beragam isinya mulai dari suku, bahasa, adat, dll. Nilai sila ketiga ini mengajarkan kita untuk saling mengenal kebudayaan Indonesia satu sama lain, biarpun berbeda tetapi tetep rukun dan dapat bersatu. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Indonesia adalah negara demokrasi, dengan mengandalkan musyawarah untuk menentukan kebijakan/keputusan dalam permasalahan. Kita diajarkan untuk mentaati aturan dengan prosedur yang baik dan benar. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Salah satu ciri-ciri sikap cinta tanah air adalah mengorbankan kepentingan diri sendiri/pribadi demi kepentingan bangsa atau orang lain. Sebagai homo social, manusia harus saling membantu dan tetep bersikap adil kepada sesama.
Setelah dikaji, Pancasila mempunyai nilai-nilai yang sangat berharga dalam pembentukan karakter rakyat Indonesia. Pendidikan ini juga dapat diterapkan di rumah dengan bapak ibu sebagai pendamping. Jadi, pintar itu memang perlu tetapi moral dan etika jangan pernah dilupakan.



**Essay ini saya gunakan untuk mengikuti Beasiswa DataPrint periode 2 tahun 2012. Dan hasilnya saya berhasil menjadi salah satu penerima beasiswa tersebut :)
Lihat cerita selengkapnya untuk yang satu ini disini :)

Read moreSistem Pendidikan Indonesia Berbasis Ideologi Pancasila

May 1, 2013

Pemanfaatan Teknologi Sebagai Media Untuk Melestarikan Budaya dan Nilai Luhur Bangsa Indonesia

Posted by Anita di 5:10 PM 1 comment
Budaya dapat diartikan sebagai pedoman yang berisi nilai-nilai tertentu seperti keadilan, kemanusian, kebenaran, kebijaksanaan, dll. yang mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup budaya suatu bangsa.
Teknologi adalah segala sesuatu yang diciptakan untuk membantu dan mempermudah pekerjaan manusia dalam berbagai aspek yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup. Dalam era globalisasi ini teknologi bukanlah hal yang asing bagi masyarakat terutama di kalangan muda, masyarakat tidak dapat terlepas dari dukungan pesatnya laju perkembangan teknologi yang semakin canggih khususnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Seiring dengan berjalannya waktu, budaya akan diwariskan kepada generasinya dan akan terus berkembang ke arah kemajuan atau kemunduran atau bahkan bisa hilang/punah. Agar budaya bangsa Indonesia tidah punah, maka kita sebagai bangsa Indonesia perlu melestarikannya. Kita perlu melestarikannya karena dalam kebudayaanlah terdapat nilai luhur bangsa Indonesia. Kita dapat melestarikan budaya dan nilai luhur bangsa dengan teknologi sebagai medianya. Teknologi informasi dan komunikasi dapat menjadi wadah untuk menyebarluaskan informasi mengenai budaya bangsa Indonesia dalam bentuk apapun dengan mudah dan cepat. Sehingga hanya dengan duduk menghadap komputer dan tersambung dengan internet saja masyarakat dapat mengetahui kebudayaan bangsa Indonesia secara teori yang selanjutnya berkembang menjadi keingintahuan dan berujung pada minat untuk mempelajari dan melestarikannya. Selain itu, teknologi merupakan jembatan atau penghubung dengan bangsa lain khususnya yang mempunyai ketertarikan pada kebudayaan bangsa Indonesia. Jarak tentu bukan menjadi masalah besar, facebook, twitter, dan social network lainnya sedang meraja lela. Dalam berbahasa pun kita dapat menggunakan bahsa Inggris atau kalau tidak bisa pun Google Translate dapat menjadi alternatif. Jika bangsa lain saja ingin ikut melestarikan budaya kita, kenapa kita sebagai pemiliknya tidak? Bagaimana jika bangsa lain membawa pulang budaya kita dan mengeklaimnya sebagai kebudayaan mereka? Tidak ingin kan peristiwa seperti itu terjadi? Kita sebagai pemilik asli kebudayaan tersebut, kita harus melestarikan budaya sejak awal. Melalui teknologi pula kita dapat meniru pola pikir yang baik dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan kebudayaan dan nilai luhur bangsa yang dapat mempertebal rasa cinta terhadap tanah air.
   Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia. Derasnya arus informasi dan komunikasi dapat juga mengakibatkan dampak negatif yang cenderung mengarah terhadap pudarnya nilai-nilai budaya yang luhur. Budaya Indonesia yang dulunya sangat kental itu sekarang berganti dengan budaya barat. Para remaja saat ini cenderung memakai pakaian ketat dan minim yang memamerkan bagian tubuh tertentu. Bahasa yang digunakan para remaja pun lebih mengarah pada bahasa Indonesia yang tidak baik dan benar seperti menggunakan bahasa Indonesia yang tercampur bahasa Inggris. Kedua hal tersebut dapat disebarkan dengan cepat melalui media internet atau TV dalam iklan, film, dan sinetron. Sikap individualisme juga dapat muncul di kalangan masyarakat yang menimbulkan ketidakpedulian sesama warga dan berakibat memudarnya pelestarian nilai-nilai budaya.
       Jadi, peran teknologi dalam melestarikan budaya dan nilai luhur bangsa Indonesia tergantung pada sikap masyarakat Indonesia sendiri. Masyarakat harus kritis dan selektif terhadap kemajuan teknologi, sehingga semua dampak positif yang terkandung mampu dimanfaatkan dalam kehidupan, dan meminimalkan dampak negatif yang ada.

**Essay ini saya gunakan untuk mengikuti Beasiswa DataPrint periode 2 tahun 2011. Dan hasilnya saya berhasil menjadi salah satu penerima beasiswa tersebut :)
Read morePemanfaatan Teknologi Sebagai Media Untuk Melestarikan Budaya dan Nilai Luhur Bangsa Indonesia

September 8, 2011

" Komunitas ASEAN 2015" dan "Peran Komunitas ASEAN Blogger"

Posted by Anita di 9:33 PM 0 comment



Tentang Komunitas ASEAN 2015
Waktu aku tanya-tanya tentang info lomba sama Mbah Google, nggak sengaja aku temukan info Lomba Penulisan Blog ASEAN Blogger Indonesia 2011. Bisa dibilang aku cukup aktif di blog tapi juga nggak terlalu sering update, jadi aku putuskan untuk read more info lomba yang diadakan oleh Komunitas ASEAN Blogger.
Dalam ketentuan umum tertera “Menulis dan memposting tulisan blog dalam bahasa Indonesia sepanjang 1.000 kata s/d 1.500 kata.” Nah, di sanalah ada postingan yang menghadapkanku pada 2 pertanyaan. Dan pertanyaan-pertanyaannya adalah :

1. Apa yang kamu ketahui, harapan dan tantangan tentang Komunitas ASEAN 2015?
§      2. Peran apa yang harusnya dilakukan Komunitas ASEAN Blogger (ASEAN Blogger Community)  dalam menunjang keberhasilan Komunitas ASEAN 2015 ?

Semua artikel yang ditulis oleh peserta lomba harus menjelaskan 2 topik tersebut. Yah, dicoba dulu lah siapa tahu bisa. Try something new, sebelumnya aku nggak pernah ikut yang kayak beginian. Tapi aku sudah kelas 3 SMP, apa salahnya mencoba?

Apa yang kamu ketahui tentang Komunitas ASEAN 2015?

“Apa sih sebenernya Komunitas ASEAN 2015 itu?” Kalau boleh jujur aku akan menjawab “Belum tahu”, aku pilih kata ‘belum’ dan bukan ‘nggak’. Mungkin akan kurang sopan kalu aku menjawab “NGGAK TAHU!!”, karena pada dasarnya aku pengen tahu dan pasti AKAN TAHU.

Pertama yang dilakukan pasti searching, dimana lagi kalau bukan di google. Sesudah mengetik “Komunitas ASEAN 2015” masih aja bingung. Karena nggak ada definisi langsung tentang Komunitas ASEAN 2015. Google sudah, coba cari di Wikipedia, eh masih nggak ada. Malahan hasil pencarian yang keluar adalah “..pembentukan Komunitas Blogger ASEAN-Indonesia..”, “deklarasi komunitas Blogger ASEAN.”, “menggugat peran ASEAN Blogger Community Chapter Indonesia..”

Kalau dipikir lagi, apa sih yang diketahui oleh seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) tentang kayak begituan? kecuali kalau anak itu memang punya minat dalam bidang ini. Tapi aku sama sekali nggak pernah kepikiran apa itu Komunitas ASEAN 2015.

Imajinasi lebih penting dari pada pengetahuan’ begitu kata ilmuwan besar abad XX, yaitu : Albert Einstein. Karena pengetahuan terbatas sementara imajinasi mencakup langit dan bumi. Atas dasar itu aku mencoba menjawab beberapa pertanyaan di atas.
Ditinjau dari kata pembentuknya, Komunitas adalah sebuah perkumpulan orang atau kelompok yang mempunyai tujuan yang sama dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut. ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) adalah sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi yang beranggotakan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Jadi, pertama yang melintas di otakku Komunitas ASEAN 2015 adalah sebuah komunitas yang beranggotakan negara-negara dari kawasan Asia Tenggara, dan komunitas ini akan dibentuk pada tahun 2015 yang akan datang. Sebelumnya, komintas ASEAN ini akan dibentuk pada tahun 2020. Tetapi, pada KTT ASEAN 2007 disepakati untuk mempercepat pembentukan Komunitas ASEAN menjadi tahun 2015. Pembentukan komunitas ini berdasarakan pada tiga pilar yaitu Komunitas politik-keamanan ASEAN, Komunitas ekonomi ASEAN, dan Komunitas sosial budaya ASEAN. Komunitas Asean ini bisa dibilang seperti UNI EROPA.

Harapan Untuk Komunitas ASEAN 2015

Sekilas sudah mengerti tentang pengertian Komunitas ASEAN 2015, kini saatnya memberi harapan untuk ke depannya. Harapan yang pertama agar semua warga negara masing-masing anggota khususnya kita Indonesia tahu apa yang dimaksud dengan “Komunitas ASEAN 2015”. Yang dimaksud ASEAN saja tidak tahu bagaimana bisa mengerti tentang Komunitas yang satu ini? Untuk selanjutnya, harus kita ketahui terlebih dahulu apa tujuan pokok didirikan Komunitas ASEAN 2015 ini. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Komunitas ASEAN 2015 terbagi menjadi 3 bagian, yaitu : Komunitas politik-keamanan ASEAN, Komunitas ekonomi ASEAN, dan Komunitas sosial budaya ASEAN. Dari situlah diharapkan Komunitas ASEAN 2015 ini dapat menjaga keseimbangan politik, dan stabilitas keamanan antar negara. Mampu bekerja sama dengan optimal dalam bidang ekonomi, sehingga dapat mendukung percepatan laju pertumbuhan ekonomi negara. Komunitas ASEAN 2015 ini juga diharapkan dapat menjadi wadah atau sarana yang tepat untuk saling mengenali sosial dan budaya antar negara anggota. Dan tambahan lagi agar Komunitas ASEAN 2015 dapat mempererat intergrasi ASEAN yang bersifat kerakyatan.

Apa Tantangan untuk Komunitas ASEAN 2015?
Siapa kamu, dimana kamu, apa jabatanmu pasti akan ada badai yang bisa saja menjadi tembok penghalang. Kejayaan tidak akan abadi, karena ada kalanya roda berputar. Pada dasarnya masalah yang paling mendominasi pada organisasi atau komunitas adalah adanya PERBEDAAN. Seperti yang sudah dijelaskan, komunitas adalah sekumpulan orang atau kelompok yang mempunyai tujuan yang sama. Untuk mencapai tujuan tersebut, pola pikir setiap orang atau negara tidaklah sama. Di sinilah letak tantangan dari Komunitas ASEAN 2015 di masa mendatang. Untuk masalah jarak tentu tidak ada masalah, facebook, twitter dan social network sekarang ini sedang meraja lela. Bahasa sudah tidak diragukan lagi, karena kita masih menggunakan bahasa dalam rumpun melayu. Atau bahasa Inggris bisa digunakan untuk alternatif lain, kalau tidak bisa pun Google Translate sudah tersedia. Akan sedikit tidak mudah menyatukan berbegai negara yang awalnya memiliki kepentingan sendiri dan cara sendiri untuk mencapainya.

Peran apa yang harusnya dilakukan Komunitas ASEAN Blogger (ASEAN Blogger Community)  dalam menunjang keberhasilan Komunitas ASEAN 2015 ?

Komunitas ASEAN Blogger (ASEAN BLOGGER COMMUNITY), apa lagi itu? Aku sendiri kurang tahu apa yang dimaksud dengan “Komunitas ASEAN Blogger”. Beginilah akibat dari kurangnya sosialisasi dan minat ingin tahu anak muda jaman sekarang. Kebanyakan masyarakat lebih memilih menonton sinetron, acara gosip, atau membaca tabloid-tabloid yang isinya tidak lain hanyalah fiktif belaka. Jika dibandingkan dengan menonton breaking news, mendengarkan debat, atau sekedar membaca koran/blog tentang peristiwa penting yang baru saja terjadi presentasenya sangatlah jauh.

Komunitas ASEAN Blogger baru saja dibentuk pada 10 Mei 2011 yang lalu. Mungkin komunitas ini beranggotakan para blogger-blogger yang setidaknya mengerti tentang masalah dalam organisasi pemerintahan. Atau juga blogger yang masih pemula sepertiku yang bergabung dalam Komunitas yang bisa dibilang cukup baru ini karena rasa ingin tahunya yang cukup tinggi.

Blogger adalah sebuah layanan publikasi blog yang dibuat oleh Pyra Labs dan diakusisi oleh Google pada tahun 2003. Blog digunakan untuk berkomunikasi dan khususnya untuk memberi informasi tentang sesuatu topik pembicaraan kepada para readers. Semua kalangan bisa mempunyai dan mengelola blognya sendiri. Itu artinya Komunitas ASEAN Blogger tidak terbatas pada kalangan tertentu saja, melainkan mencakup blogger yang care dengan Komunitas ASEAN Blogger itu sendiri.

Setelah membaca penjabarannya, lalu peran apa yang harusnya dilakukan Komunitas ASEAN Blogger (ASEAN BLOGGER COMMUNITY) dalam menunjang keberhasilan Komunitas ASEAN 2015?
1.         Sebagai para blogger tentu peran utamanya adalah memberi informasi kepada masyarakat yang belum menegenal Komunitas ASEAN 2015. Dan menyebarluaskan informasi dan sosialisasi pengembangan ASEAN.
2.         Sarana untuk menyalurkan aspirasi rakyat. Setiap rakyat mempunyai kebebasan untuk berpendapat dan kinerja pemerintah dalam memimpin rakyatnya tidak luput dari penilaian dan berbagai masukkan dari rakyat. Maka dari itu, Komunitas ASEAN Blogger juga berperan untuk menyampaikan pendapat rakyat.
3.         Sebagai wadah untuk belajar bagi para blogger yang masih awam dan belum begitu mengerti tentang segala sesuatu yang bersangkutan, agar di kemudiannya para blogger muda ini dapat berguna bagi bangsa dan negaranya dan mampu berprestasi di tingkat internasional.
4.         Sarana untuk meningkatkan kualitas hidup rakyatnya. Dengan menjadi pengunjung di blog dan berbagi berbagai pengetahuan dan pengalaman dapat meminimalkan komplikasi hubungan antar rakyat atau antar negara. Dari pada hanya menonton TV yang tidak mendidik, mengunjungi blog dapat mengoptimalkan waktu yang kita punya sehingga tidak terbuang sia-sia.
5.         Anggota Komunitas ASEAN 2015 adalah negara-negara ASEAN yang memiliki adat, sosial budaya, dan bahasa yang sidikit berbeda. Sehingga Komunitas ASEAN Blogger ini dapat menjadi sarana penerjemah bagi antar negara. Web Komunitas ASEAN Blogger sendiri memuat dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, itu merupakan awal yang baik untuk ke depannya.
6.         Mempererat hubungan antar sesama negara-negara Asia Tenggara. Jika tergabung dalam organisasi yang sama setidaknya kita mengenal sesama anggotanya. Terlibat permasalahan antar anggota dalam organisasi tidaklah baik, maka dari itu hubungan antar sesama anggota perlu dipererat.
7.         Sebagai penyelenggara berbagai macam kegiatan yang berguna untuk mengenal sesama anggota Komunitas ASEAN 2015. Peran yang satu ini juga bertujuan agar masyarakat sadar atas rasa pemilikan dan mau berpartisipasi dalam penyelenggaraannya.

Setidaknya inilah yang bisa aku jelaskan secara terminologis. Artikel ini ditulis berdasarkan hasil setelah membaca dari berbagai sumber. “Komunitas ASEAN 2015 dan Komunitas ASEAN Blogger” merupakan gagasan yang sangat inovatif. Semoga semua anggota dapat berpartisipasi dengan optimal. Bagi yang sudah membaca tapi masih saja belum mengerti, mungkin perlu waktu untuk memhaminya, seperti aku. ^^
Read more" Komunitas ASEAN 2015" dan "Peran Komunitas ASEAN Blogger"
 

Tedi Deer | Gift Idea